Oleh: Drs. Mulyono, MA *)
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama [dengan mereka]. Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka penolong-penolong[mu] hingga mereka berhijrah pada jalan Allah" [QS. An-Nisa' [04] ayat 89].
Menurut J. Iqbal dalam Planning in the Islamic Tradition: The Case of Hijrah Expedition perjalanan hijrah adalah sebuah perjalanan yang cukup berat dan berbahaya, melibatkan pasukan muslimin yang menempuh jarak 450 km sambil menghindari kuntitan lawan dengan membutuhkan ongkos yang tidak sedikit.
Dalam konteks sejarah penyebaran Islam, istilah hijrah merujuk pada peristiwa migrasi komunitas muslim dari Mekkah menuju Madinah. Wacana hijrah ini bermula dari peristiwa sejarah migrasi kaum muslim menuju kota Yatsrib pada 622 M, demikian menurut R Marom dalam Research Approach in the Rersearch of early Islam: the Hijrah in Western Historiography.
Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga "transformasi" diri dan lingkungan menuju kondisi yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Secara harfiah, hijrah berpindahnya tempat seperti yang dilakukan Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah. Perpindahan ini bukan hanya sekedar fisik, tetapi juga "ekspansi perubahan" menuju kondisi yang "lebih baik".
Dalam konteks kekinian, hijrah sebagai transformasi dan ekspansi "perubahan & perbaikan" dengan meninggalkan kebiasaan buruk. Pengetahuan atau dari keterbelakangan menuju kemajuan. Abu Nuaim al-Asfahani dalam Hilyatul Aullya' wa Tabaqatul Asysyifa' mengutip ungkapan Syekh Sahal bin Abdullah, berhijrah dari kebodohan menuju ilmu, dari ma'shiyat menuju taat dan bertobat.
Dengan berhijrah melakukan perubahan mendasar dari pola berfikir "badawah" [primitive] menuju pola fikir "hadharah" [berperadaban], transformasi dari masyarakat yang beku menuju tatanan baru dan maju.
Hijrah adalah sebuah strategi dalam rangka "ekspansi" penyebaran Islam. Rancang bangun peradaban Islam sebagai 'produk hijrah', mengubah kondisi jahiliyah menjadi kehidupan yang bercahaya. Nabi berhasil membangun bangsa Arab dengan simbol Yatsrib yang semula 'dusun tertinggaI' berekspansi menjadi sebuah 'kota peradaban yang maju' [city civilization] yang disebut dengan Madinah al-Munawwarah.
") Penulis adalah Kepala KUA Kecamatan Tlanakan