Oleh : Drs. Mulyono, MA *)
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh Dia Maha Penerima Taubat ”. [QS. An-Nashr [110] : 1-3].
Ibnu Rajab dalam Jami’ al- Bayan menyebutkan bahwa Rasulullah saw dengan pertolongan-Nya meraih kemenangan sehingga beliau dapat menundukkan jazirah Arab. Menurut Abdurrahman as-Sa’di dalam Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir al-Kalam al-Mannan menyatakan, surat ini menjelaskan kabar gembira kepada Nabi saw berupa pertolongan Allah dalam peristiwa ‘penaklukkan kota Mekkah’ [fathu Mekkah] dan masuknya kaum kafir ke agama Islam dengan berduyun-duyun.
Ramadan disebut ‘bulan kemenangan’ karena kaum beriman berhasil mengendalikan hawa nafsu selama sebulan penuh, melatih diri menjadi hamba-Nya untuk menjaga ketaaatan kepada Allah swt. Dengan Ramadlan kaum muslimin menjadi hamba yang ahli ibadah berpuasa, sehingga tidak heran dalam lembaran sejarah, akan menemukan sosok yang tangguh dan teguh dalam keimanan, menorehkan catatan sejarah gemilang dalam peradaban Islam.
Kemenangan Ramadan, dimaknai sebagai ‘kemenangan spiritual’ karena mampu menahan lapar, dahaga dan maksiat sehingga kembali ‘suci’ [fitrah]. Kemenangan historis seperti yang dirilis, yaitu Perang Badar pada 17 Ramadan 2 H, Fathu Mekkah yang terjadi pada 20 Ramadlan 8 H pembebasan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah yang menjadi puncak kemenangan dakwah Rasulullah saw., Shalahuddin al-Ayyubi memimpin perang melawan pasukan Salib dan pertempuran ‘Ain Jalut kaum muslimin mengusir pasukan dari bangsa Tartar. Semangat Ramadan dipertunjukkan oleh panglima perang Tariq bin Ziyad yang mengobarkan semangat tidak gentar bagi umat Islam menghadapi musuh di selat Giblatar. Semua peperangan terjadi di bulan Ramadlan dan berakhir dengan kemenangan.
Ramadan berakhir dan memunculkan ‘kekuatan baru’ dari suplay gizi puasa. Cemerlang Ramadan dengan kemenangan melahirkan hamba Allah terbaik, suci bersih dari dosa yang disempurnakan dengan zakat Fitrah. Ied Fitri adalah hari kemenangan, setelah berpuasa umat Islam menang secara spiritual sekaligus kemenangan social, sukses membumikan nilai kasih sayang, simpati dan peka sesama manusia.
*) Penulis adalah Kepala KUA Tlanakan