Pamekasan - Gerakan anti Bullying di lingkungan sekolah terus digalakkan oleh Pengawas Madrasah di wilayah kerja Kecamatan Palengaan bersama Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.
Sinergi tersebut sebagai upaya mencegah kasus perundungan atau bullying di lingkungan madrasah. Hal itu disampaikan Mohammad Alimuddin, Pengawas Madrasah, dalam acara Penyuluhan Anti Bullying, Rabu (30/09/2026), di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Langgar Anyar, Banyupelle, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur.
"Lingkungan madrasah harus menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi siswa-siswi madrasah. Tidak boleh ada kekerasan apapun, baik fisik maupun verbal di lingkungan sekolah," ucap Ali, sapaan akrabnya.
Fadilatur Riskiyah, Penyuluh Agama Islam KUA Palengaan mengajak kepada semua elemen yang ada di lingkungan madrasah, agar turut berperan aktif dalam gerakan anti bullying tersebut.
"Kami hadir ke sini untuk menyampaikan materi dan memberikan pemahaman tentang gerakan anti bullying ini. Selebihnya, pihak penyelenggara pendidikan di madrasah ini untuk terus melakukan pengawasan terhadap anak didiknya," tegas Fadilah.
Bertindak sebagai penyaji pada Kegiatan yang diikuti guru berserta siswa dan siswi MI Miftahul Ulum Langgar Anyar tersebut, Abd. Kholiq Alim, salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Palengaan.
Dalam materinya, Abd. Kholiq Alim menjelaskan tentang bullying atau perundungan secara hukum bertentangan dengan ajaran Islam, serta dapat menghambat ukhuwah dan kasih sayang antar sesama.
calendar_today 2026-10-14
visibility 22
calendar_today 2026-10-14
visibility 22
calendar_today 2026-10-13
visibility 56
calendar_today 2026-10-12
visibility 38
calendar_today 2026-10-12
visibility 21
calendar_today 2026-10-10
visibility 13